Saturday, December 9, 2017

    


Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk yang banyak dan menempati urutan ke-empat dalam daftar negara yang mempunya jumlah penduduk yang besar di dunia. Indonesia khususnya Ibu Kota Jakarta memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dengan jumlah penduduk saat ini sebesar 12 juta 700 ratus ribu jiwa pada siang hari, dan 9 juta 9 ratus ribu jiwa pada malam hari. Fauzi Bowo menganggap masalah terbesar yang saat ini terjadi di Jakarta adalah membludaknya jumlah penduduk di Jakarta. Selain macet dan banjir, peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan sebagain besar lahan di Jakarta dipadati pemukiman, sentra bisnis dan perkantoran yang lebih mengerikan dari pada itu adalah ada wacana yang disebutkan para ahli bahwa 2080 ada kemungkinan Jakarta akan tenggelam.
      Kota Jakarta dapat menjadi pemicu (push factor) bagi pendatang yang ingin migrasi karena memiliki banyak sekali potensi lapangan pekerjaan yang ada di sana, serta kesempatan pendidikan yang tinggi ditambah dengan adanya aktivitas di kota besar seperti tempat hiburan. Namun, pada nyatanya masih banyak penduduk di Jakarta yang pengangguran. Permasalahan yang dapat ditimbulkan dalam kependudukan di Jakarta antara lain;


1.     1. Daya dukung lingkungan, muncul persoalan terus meningkatnya polusi udara di Kota Jakarta
Hasil riset Greenpeace pada 21 lokasi menyimpulkan udara Jakarta dan sekitar tercemar polusi yang membahayakan kesehatan dan meningkatkan risiko kematian dini. Tingkat polusi udara Jakarta sudah berada pada level 45 μg/m3, atau 4,5 kali dari ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari 6 bulan, kondisi udara sehat Jakarta hanya 14 hari. Polusi udara di Jakarta, 70% disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Apalagi pembangunan infrastruktur di Jakarta yang dilakukan serentak diberbagai titik memperparah kemacetan. Asap kendaraan bermotor mengandung timbale (Pb), Hidrokarbon (HC), CO (karbon monoksida), dan CO2 (karbon dioksida salah satu emisi gas penyumbang pemanasan global). Dimana semua senyawa tersebut menyebabkan penurunan kesehatan terutama ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

2.      2. Daya serap ketenagakerjaan, lapangan pekerjaan yang makin berkurang, kemiskinan
Dengan banyak penduduk yang datang dari berbagai macam daerah di Indonesia, menjadi kota Jakarta sebagai kota Harapan Setiap Orang. Banyak yang datang dengan harapan mendapat pekerjaan yang layak, namun karena banyak saingan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak , banyak orang mencari pekerjaan lain, yang tidak sesuai dengan harapan mereka sebelum datang ke Jakarta. Sebahagian besar mereka yang memiliki keahlian dan Skill, bekerja di daerah Industri untuk dijadikan pegawai Swasta dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kehidupan. Namun bagi mereka yang tidak memiliki keahlian, kebanyakan diantara mereka menjadi seorang pedagang, pejual Jasa, seorang kuli. Selain itu ada pula yang menjadi pengimis dan pegamen di jalan.

3.      3. Daya lahan pengelolaan kota seperti keterbatasan pemerintah kota dalam mengelola public service
Pemukiman penduduk yang semakin bertambah menyebabkan berkurangnya lahan didaerah DKI Jakarta,. Hal ini, tidak sesuai dengan jumlah lahan yang minim. Sehingga sebahagian warga yang tidak memiliki dana untuk membeli lahan, mencari alternative lain seperti menempati lahan pemerintah secara sepihak  oleh masyarakat bahkawan lebih parahnyanya lagi mereka tinggal di pinggiran kali, yang sebenarnya bukan yang tempat ideal untuk yang dijadikan tempat tinggal. 

Pemerintah DKI Jakarta yang dipimpim oleh Gubernur Bapak Basuki Tjahaya Purnama dibantu dengan Lembaga Pemerintahan di DKI Jakrta sudah berupaya keras untuk mengatasi masalah kependudukan yang semakin mebludak. Adapun Solusi untuk mengtasi membludaknya penduduk di daerah Jakarta adalah :
1. Mencanangkan Program Keluarga Berencana untuk mengatasi mebludaknya penduduk di DKI Jakarta.
2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan untuk mengurangi pengangguran dan mengatasi kemiskinan
3. Mengurangi Perpindahan penduduk dari Daerah ke DKI Jakarta
4. Menambah Jalur Alternatif seperti Busway untuk mencegah terjadinya kemacetan
5. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi khusunya bagi Angkutan Umum.
6. Menambah Jalur Khusus untuk Roda 2 dan Roda 4 agar kemacetan dapat dikurangi.

(Sumber: www.mangabay.co.id)
Ditulis oleh: As-Sakinah
Diedit oleh: Madi Ar-Ranim

9 comments:

  1. sangat menginspirasi bagi para calon migrasi agar mempertimbangkan lebih matang sebelum datang ke kota Jakarta!

    ReplyDelete
  2. Sangat menarik. Cuman ada beberapa kata yang ada salah penulisan hurufnya. Seperti dipimpim , yang seharusnya dipimpin hehehe sukses terus nong!

    ReplyDelete
  3. Kondisi DKI Jakarta memang sedemikian adanya. Tidak konsistennya pemerintah baik pusat maupun daerah terhadap aturan moratorium ijin tinggal di Jakarta menjadikan membludaknya migrasi tidak tertahankan setiap tahun.
    Kondisi ini tidak akan berubah selama belum ada daerah lain yang berdaya pikat seperti Jakarta.
    Tampaknya membuat daerah lain dengan pola kemajuan seperti Jakarta. itu adalah solysi mengurangi kepadatan Jakarta. Semisal memindahkan Ibu kota RI dari Jakarta, serta menjadikan kota lain menjadi central bisnis.
    Dengan demikian 10 tahun kedepan, maka daya pikat Jakarta akam berkurang.

    ReplyDelete
  4. Mungkin bisa belajar dari beberapa negara di dunia yang pernah mengalami masalah seperti ini...

    Good Job..

    ReplyDelete
  5. Mungkin saran saya harus dibandingkan dengan beberapa negara terkait yang pernah mengalami dengan pristiwa yang diangkat oleh penulis di atas. Terima kasih dan Good Job ....

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas masukan dan saran yang sangat membangun buat kami.

    ReplyDelete

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung