Friday, November 4, 2016

Dokumentasi: Panitia UKM Penalaran PPNS

Minggu, 30 Oktober 2016, pemuda yang disapa Madi itu tak pernah bosan untuk berbagi ilmu terkait tulis menulis. Madi Ar-Ranim adalah nama yang sangat dikenal di dunia literasi, dan kali ini diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu terkait tulis menulis dibidang jurnalistik. Sebelumnya sosok pemuda itu sering diundang untuk menjadi pembicara dalam acara pelatihan karya tulis ilmiah, dan wirausaha baik di kampus, diluar kampus maupun di luar kota. 

Setelah dua hari berlalu dalam memperingati hari sumpah pemuda Indonesia, salah satu kampus politeknik tersohor di Kota Surabaya yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), mengadakan acara peran aktif pemuda dalam dunia tulis-menulis jurnalistik dengan tema Pemuda Visioner. Madi Ar-Ranim adalah, salah satu pembicara dari 2 pembicara lainnya yang diundang oleh panitia penyelenggara. Pemuda itu diundang karena telah menggerakan pemuda penulis pemula untuk terus berkarya dalam tulisannya melalui usaha yang dirilisnya bersama tim kebanggaannya yaitu, Tim Redaksi Penerbit Sinar Gamedia. Sedangkan dua pembicara lainnya yang sangat hebat dan luar biasa dibidangnya, ada pakar Sastra lulusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga yaitu Pak Nyomang Suwarto yang sedang menjadi dosen Bahasa Indonesia di PPNS, adapun pembicara yang satunya adalah salah satu guru Madi Ar-Ranim ketika berada di Asrama Beastudi Etos Surabaya yaitu, Farendy Arlius pakar menulis yang telah mempunyai tiga buku solo nya.

Madi berharap, agar acara yang dilaksanakan saat itu bisa menjadi cerminan bagi pemerintah maupun pemuda lainnya agar bisa menggerakan budaya dan membaca di Indonesia, melihat perintah pertama Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'alaq ayat 1 yang artinya, "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan".

Selain itu, melihat budaya membaca warga Indonesia yang masih dikalahkan oleh Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Indonesia berada pada posisi 142 dari 187 negara dalam indeks membaca. Bahkan UNESCO mengatakan indeks membaca Indonesia 0,001%, artinya dari 1000 orang di Indonesia hanya 1 orang saja yang mampu menghabiskan 1 buku setiap tahunnya. Semoga dengan  pergerakan acara yang diadakan PPNS ini bisa membuat kita sadar akan pentingnya membaca dan menulis.

Haii Pemuda, calon generasi Bangsa Indonesia. mari kita bermimpi dan bergerak untuk merubah indeks membaca Indonesia dari 0,001% kita balik menjadi 1000%. Bismillah melangkahlah dengan Bismillah, ujar Madi Ar-Ranim Founder & CEO CV. Sinar Gamedia. 


Ingin berita anda masuk website sinar gamedia?
hubungi kami,
sinar.gamedia@gmail.com

0 comments:

Post a Comment

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung