Friday, January 8, 2016


Oleh: Arifien SM
(Pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia)

Ramalan itu mulai berlari
Ketika ibu-ibu meratapi
Hidupnya yang malang di negri sendiri
Hitam kelam mewarnai pelangi
Ada banyak jejak terbingkai
Oleh keadilan penguasa yang lalai
Mama-papa kompak meminta-minta
Beringin pecah, Ka’bah pun terbelah
Banjir, tambang dan penggusuran
Hingga bola menggelinding liar tanpa aturan

Ibu itupun tersenyum
Ada secercah harap dari cerita tua
Teringat ramalan si Jaya Baya
Suatu saat  kan muncul Ksatria Piningit
Manusia langit
Ya... Manusia langit

Sekian abad berlalu,
Yang muncul satria baja hitam dengan topeng besi
Diakah yang mereka maksud atau Semua hanya bualan?

Ibu itupun menjerit
Mendapati hidup yang begitu pahit dan rumit
Negri ini sudah senja, renta
Negri ini gagal sebagai orang tua
Negri ini pantas mati
Seperti kota tua di Palestina

Ibu itupun menengadah
Berdoa kepada sang pemilik mimpi
Tuhan.......
Sebelum ku mati,
Ramalan si Jaya Baya, terkabul pasti


(Tobungan, 2016)

-Penerbit Sinar Gamedia-
Bagaimana caranya tulisan Anda masuk website Sinar Gamedia?
ini Jawabannya....

Kirimkan dan Bagikan tulisan anda berupa Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif.
Kirim Ke email: sinar.gamedia@gmail.com
1. lampirkan naskah tulisan anda
2. kirimkan foto anda
3. kirim dengan format : Nama Lengkap_Jabatan (Mahasiswa, Pegawai, dll)_Jenis Tulisan ( Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif

0 comments:

Post a Comment

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung