Friday, January 8, 2016

Oleh : Ismail Saifuddin

^^^

Namaku Ismail Saifuddin, sebelumnya aku gak pernah bermimpi untuk bisa kuliah di luar negri. Tetapi ternyata Allah SWT mempunyai rencana lain dalam hidupku. Allah SWT menempatkaku kuliah di negri para samurai. Tempat dimana matahari terbit dan bunga sakura tumbuh dengan indahnya. Sungguh Mahasuci Allah SWT yang menciptakan mahluk-mahluknya dengan sempurna Kisahku berawal disaat aku masih kelas 3 MA atau biasa disebut Madrasah Aliyah. Aku sekolah di Pesantren Modern, dimana sejak kecil aku sudah diajarkan dan dibimbing dengan ajaran-ajaran islami. Di tahun terakhirku sekolah di pesantren aku hanya berharap setelah lulus dari pesantren aku dapat melanjutkan di Akademi Kepolisian atau biasa disebut AKPOL, karena sejak kecil aku bercita-cita untuk menjadi seorang Polisi. Di awal kelas 3 aku sudah mulai mempersiapkan fisik dan mental untuk mendaftar di AKPOL setelah aku lulus dari Pesantren. Setiap hari aku persiapkan fisik dengan cara rajin lari, push up, sit up, dan pull up pada pagi dan sore hari. Tak lupa aku meluangkan waktu 1 jam setiap hari untuk belajar setelah aku selesai sholat dari masjid. Alhamdulillah usahaku dalam belajar selama setaun tak sia-sia. Selama setaun kulakukan rutinitas yang sama setiap hari untuk meyakinkan diri siap mengikuti ujian AKPOL. Hingga akhirnya aku lulus dari pesantren dengan nilai UN lumayan tinggi.
Waktu untuk mendaftarkan diri di AKPOL telah tiba, banyaknya syarat pendaftaran dan hanya sedikit yang dipilih untuk maju pergi tes di AKPOL tak membuatku putus asa. Banyak juga kabar angin yang memberitakan kalau ingin masuk AKPOL harus membayar sekian ratus juta, gak ada yang gratis dan jujur di jaman sekarang. Tetapi kabar angin yang aku dengar langsung kutepis, aku percaya dan yakin dengan kemampuanku bahwa aku bisa lolos dengan jujur. Insyaallah Allah SWT akan membantu hambanya yang berusaha dengan sungguh-sungguh. Untuk menjadi seorang Taruna di AKPOL ada beberapa tahapan tes yang perlu di lalui menggunakan sistem gugur. Alhamdulillah aku lolos dalam Tes Kemampuan Akademik. Tes Psikologi, Tes Kebugaran Jasmani, dan Tes Wawancara. Tetapi pada saat Tes Kesehatan Allah memberiku jawaban lain, aku tidak lolos dikarenakan aku mempunyai penyakit varises dan seketika itu aku begitu sedih dan kecewa. Aku berpikir semua usaha dan doaku selama ini sia-sia. Selama beberapa hari aku merenung hingga akhirnya aku dapat bangkit dari kesedihanku. Aku yakin bahwa Allah SWT mempunyai rencana lain dalam hidupku. Aku percaya dengan perkataan Allah SWT bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.
Pada saat seorang hamba berdoa kepada Allah SWT, tidak pada saat itu juga doanya akan langsung dikabulkan. Allah SWT akan menjawab doa hambanya dengan  3 jawaban, yaitu “iya akan ku kabulkan”, kemudian “iya akan ku kabulkan tetapi tidak sekarang”, dan juga “akan ku ganti dengan sesuatu yang lebih baik”. Aku berpikir mungkin Allah SWT akan memberikanku yang lebih baik dari AKPOL. Mungkin Allah SWT menakdirkanku untuk masuk PTN atau Perguruan Tinggi Negri. Setelah aku bangkit dari kegagalan, aku langsung mempersiapkan diri untuk mendaftar PTN, tetapi Ujian yang tersisa untuk masuk PTN hanya tinggal melalui jalur Ujian Mandiri. Karena jalur tes masuk PTN melalui SNMPTN dan SBMPTN sudah ditutup, terpaksa aku mengikuti Ujian Mandiri.

Selama mengikuti Uijan Mandiri aku mempersiapkan diri dengan baik. Walaupun persiapanku kurang banyak di bandingkan orang-orang yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk masuk PTN, Aku tetap optimis bahwa aku bisa. Setiap hari aku belajar materi-materi pelajaran yang akan diujikan pada saat Ujian Mandiri, hingga akhirnya waktu untuk ujian pun tiba. Aku mendaftar cukup banyak Ujian Mandiri di beberapa PTN, seperti UGM, UNY, UNNES, UIN, dan UPN. Yang bisa kulakukan selama menunggu hasil dari Ujian Mandiri hanyalah berdoa dan berharap semoga hasil ujianku membuahkan hasil positif. Aku mendaftar banyak PTN dengan maksud semoga saja ada salah satu yang berhasil kumasuki, tetapi jika takdir yang berbicara akan lain ceritanya. Hingga akhirnya hari pengunguman tiba, dari kelima PTN yang aku daftar gak ada satupun yang berhasil kumasuki alias semuanya gagal. Pupus sudah harapanku untuk masuk PTN tahun ini. Karena sebelumnya aku sudah pernah gagal, di kegagalanku kali ini aku langsung bangkit dan tak mau berputus-asa kembali. Aku di beri pilihan oleh Orangtuaku untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta atau biasa di sebut PTS. Tetapi karena aku lebih ingin masuk PTN aku menolak usulan Orangtuaku. Aku yakin Allah SWT belum menjawab doaku untuk masuk PTN pada tahun ini karena persiapanku dalam belajar yang kurang, Oleh karena itu aku akan lebih mempersiapkannya untuk tahun depan.



Bagaimana kisah selanjutnya???
Penasaran???

Kisah ini ada di buku '5 HIDAYAH MERAJUT PERGURUAN TINGGI'

Segera order untuk melanjutkan kisah di atas bersama kisah-kisah inspiratif penulis lainnya. Dapatkan motivasi terdasyat :-) 




-Penerbit Sinar Gamedia-
Bagaimana caranya tulisan Anda masuk website Sinar Gamedia?
ini Jawabannya....

Kirimkan dan Bagikan tulisan anda berupa Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif.
Kirim Ke email: sinar.gamedia@gmail.com
1. lampirkan naskah tulisan anda
2. kirimkan foto anda
3. kirim dengan format : Nama Lengkap_Jabatan (Mahasiswa, Pegawai, dll)_Jenis Tulisan ( Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif

0 comments:

Post a Comment

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung