Friday, January 22, 2016

Oleh : Daud Darmawan
(Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah)


Hari tak menerka situasi ini
Bumi tak memandang visi langit
Buih – buih lahir dalam satu cangkir kopi dan mulai berlarian kesana kemari
Namun bumi lagi – lagi tak memandang visi
Dan hari juga tak menerka situasi
Mengapa engkau tega tak memandang situasi??
Padahal engkau berjanji akan melengkapi cangkir kopi
Mana gula nya........!!!!!!! Semua terasa pahit
Kejam!! Perlakuan macam apa ini?
Para buih – buih muda berbakat menjadi sampah jalanan.

Hari mulai menerka situasi
Pemberian doa terus terucap
Ikrar sang patriot terus dilontarkan
Para pemenang selalu mengangkatkan kepala
Semua buih berhenti berlarian,dan mengemis untuk di perhatikan

Hari selaras dengan situasi
Antara masjid,gereja,kuil,dan tempat ibadah yang lain menyatu
Para pemuda tak lagi bersandar di ranting rapuh
Sang pemimpin berpihak pada kebenaran
Pagar kokoh terus dikokohkan
Puing reruntuhan dibangun menjadi hal berguna
Dan secangkir kopi akan terasa manis


(Tangerang selatan,2016)


-Penerbit Sinar Gamedia-
Bagaimana caranya tulisan Anda masuk website Sinar Gamedia?
ini Jawabannya....

Kirimkan dan Bagikan tulisan anda berupa Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif.
Kirim Ke email: sinar.gamedia@gmail.com
1. lampirkan naskah tulisan anda
2. kirimkan foto anda
3. kirim dengan format : Nama Lengkap_Jabatan (Mahasiswa, Pegawai, dll)_Jenis Tulisan ( Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif


0 comments:

Post a Comment

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung