Thursday, January 7, 2016

Oleh : Nok Yuli
(Buruh Migran Indonesia, Taiwan)

Semakin banyak kata-kata yang dikantongi semakin mudah untuk mengeja kalimat bahkan jemari mencoba memulainya menulis satu kalimat. Seiring terus dilatih kalimat-kalimat itu membuahkan hasil. Melahirkan bobot makna kata yang tersembunyi. Alhasil banyak pembaca yang menjadi korban dengan kalimat tertulis.
Menulis untuk dibaca, difahami dan dimengerti serta diambil sari dari kalimat tersebut. Oleh pembaca.
Bukan, malah kebalikannya. Pembaca di suruh mencari makna tulisan itu sendiri.
Banyak komunitas, baik online, offline, darat, buku-buku panduan untuk meningkatkan skil. Peluang begitu besar.
Ada yang terkait sebagai anggota resmi dan mengikuti kegiatan aktifnya. Ada pula yang tergabung namun hanya mengikuti materi yang telah di sediakan, dan itupun tidak GRATIS. Merogoh kocek. Rugi jika situasi dan kondisi sebagai Anggota yang tidak mengikuti kelas, jika ada hal terkait dengan materi tersebut tidak bisa di tanyakan langsung kepada Tutornya. Tetapi belajar bukan dari keaktifan di mulai namun bagaimana kita menyerap materi tersebut lalu di praktekan di dunia nyata, bukti bahwa ketidakaktifan bisa bersanding dengan mereka yang aktif di kelas.
Jangan pernah berkecil hati kawan jika keadaan tidak memberi kesempatan, teruslah terjang cemoohan orang-orang yang sedang memperhatikan kita, tandanya diri kita jauh lebih baik dari mereka. 'Hari ini kita sakit besok akan sembuh jika kita mau berobat'
yang artinya "Kegagalan hari ini adalah tabungan untuk masa depan"
Apapun kendala yang dialami. Mereka tidak akan tahu bagaimana kita memperjuangkan keinginan. Bukan dengan mengumbar kata-kata "Saya ingin, saya ingin dengan kalimat yang berkepanjangan" tetapi tidak mau mencoba.
New Taipei City, 06 Januari 2016 (22:51)

Biodata : 

Nok Yuli, pemilik nama asli Yuhalini, Penulis Buku: Merayu pancaroba, Kumpulan Puisi suara hati buruh migran 2015 dan Buku Autobiografi, Harga diri itu mahal 2015. Serta Buku Bahagia Menjadi Anak Tiri (Cerpen dan Puisi, Event antologi) 2015.  Surga Cita di Linkou, Novel. Oktober 2015.
 
Merupakan anak kedua dari lima bersaudara, lahir di kota Indramayu, 01 Oktober 1989. Dengan Alamat; Desa.Babadan tenajar tengah, Rt.10 Rw.03, Gang: Muasan Kali Darung, Kec; Kertasemaya Kab; Indramayu 45274 Jawa Barat-Indonesia. E-mail:Yuhalini_liniyuha@yahoo.com akun facebooknya; Nok Yuli Yuhalini. Halaman Fanpage; BMI TAIWAN MENULIS (https://www.facebook.com/yuhalinipuisi?fref=ts) yang mempunyai hobi menulis saat duduk di bangku SMP, Dan di kembangkan di negeri Formosa, Taiwan pada Bulan Agustus 2014.
 
            Kelulusan sekolah pada tahun 2004, SMP NU Tenajar Kidul. Dan kini tengah melakukan study setara SMA, Kejar paket C di Taiwan. Angkatan dua, dan tergabung dengan kegiatan aktif di Taiwan yaitu organisasi IPIT (Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan) memegang jabatan Media Publikasi 2015. Dimana organisasi tersebut untuk membantu BMI/TKI Taiwan yang bermasalah dibawah bimbingan TIWA (penduduk local orang Taiwan yang peduli akan nasib Tenaga Kerja Indonesia).
 
            Sebagai BMI Taiwan, Baby sitter 2013-2016. Aktif didunia menulis sejak Agustus 2014 silam, semoga karyaku bisa bermanfaat untuk pembaca semua.
 
SALAM BMI (Salam Berkarya Menulis Inspirasi)



-Penerbit Sinar Gamedia-
Bagaimana caranya tulisan Anda masuk website Sinar Gamedia?
ini Jawabannya....

Kirimkan dan Bagikan tulisan anda berupa Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif.
Kirim Ke email: sinar.gamedia@gmail.com
1. lampirkan naskah tulisan anda
2. kirimkan foto anda
3. kirim dengan format : Nama Lengkap_Jabatan (Mahasiswa, Pegawai, dll)_Jenis Tulisan ( Puisi, Cerpen, Pantun, Artikel Islam, Artikel Permasalahan Wilayah dan Kota, Artikel Keilmuan, dan Kisah Inspiratif


0 comments:

Post a Comment

Profil Sinar Gamedia

Popular Posts

Statistik Pengunjung